Rabu, 29 Oktober 2025

VLSM (Variabel Length Subnet Mask)


 

1) Inti konsep VLSM 

VLSM adalah teknik subnetting di mana subnet dalam satu jaringan (prefix) boleh memiliki panjang mask berbeda-beda. Tujuannya: mengalokasikan alamat IP secara efisien sesuai kebutuhan jumlah host tiap subnet — tidak semua subnet harus sama besar.

2) Mengapa pakai VLSM?

  • Mengurangi pemborosan alamat IPv4.

  • Memungkinkan desain topologi yang lebih fleksibel (mis. VLAN dengan ukuran berbeda).

  • Memungkinkan agregasi rute (CIDR) ketika cocok.

  • Perlu dukungan routing classless (RIPv2, OSPF, EIGRP, BGP). RIPv1 tidak mendukung VLSM.

3) Konsep dasar/aturan penting

  • Prefix ditulis sebagai /n (contoh /24, /26).

  • Jumlah alamat total dalam subnet = 2(32prefix)2^{(32 - \text{prefix})}.

  • Jumlah host yang bisa dipakai (untuk sebagian besar subnet) = 2(32prefix)22^{(32 - \text{prefix})} - 2 (satu alamat network + satu broadcast).

    • Contoh khusus: /31 (RFC 3021) dapat dipakai sebagai link point-to-point (2 alamat, tidak menggunakan broadcast), /32 menunjukkan satu alamat tunggal (mis. loopback).

  • Alokasi: urutkan kebutuhan dari terbesar → terkecil (best practice) agar tidak "mencacah" ruang alamat dan mempermudah perhitungan.

4) Tabel referensi cepat (umum dipakai)

Perhitungan ditunjukkan langkah demi langkah (aritmetika digit-per-digit):

  • /24 : host bits = 32 - 24 = 8.
    28=2562^{8} = 256.
    usable hosts = 2562=254256 - 2 = 254.

  • /25 : host bits = 32 - 25 = 7.
    27=1282^{7} = 128.
    usable hosts = 1282=126128 - 2 = 126.

  • /26 : host bits = 32 - 26 = 6.
    26=642^{6} = 64.
    usable hosts = 642=6264 - 2 = 62.

  • /27 : host bits = 32 - 27 = 5.
    25=322^{5} = 32.
    usable hosts = 322=3032 - 2 = 30.

  • /28 : host bits = 32 - 28 = 4.
    24=162^{4} = 16.
    usable hosts = 162=1416 - 2 = 14.

  • /29 : host bits = 32 - 29 = 3.
    23=82^{3} = 8.
    usable hosts = 82=68 - 2 = 6.

  • /30 : host bits = 32 - 30 = 2.
    22=42^{2} = 4.
    usable hosts = 42=24 - 2 = 2.

5) Cara menghitung blok / increment (aturan praktis)

Subnetting sering dipakai pada boundary octet terakhir yang berubah. Block size (inkremen alamat) di octet yang relevan = 256nilai_octet_mask256 - \text{nilai\_octet\_mask}.

Contoh: /26 → mask = 255.255.255.192. Nilai octet mask terakhir = 192.
Block size = 256192=64256 - 192 = 64. → Subnet increment = 64 (0,64,128,192).

Untuk /28 → mask terakhir 240 → 256240=16256 - 240 = 16 → increment 16 (0,16,32,...).

6) Contoh lengkap — alokasi VLSM dari 192.168.1.0/24

Kebutuhan jaringan (misal):

  • A: 100 host

  • B: 50 host

  • C: 12 host

  • D: 2 host

  • E: 2 host

Langkah 1: Urutkan dari terbesar ke terkecil → 100, 50, 12, 2, 2.

Langkah 2: Tentukan prefix minimal untuk tiap kebutuhan (langkah aritmetika digit-per-digit):

  • Untuk 100 host: perlu 100+2=102100 + 2 = 102 alamat total. Cari 2x1022^{x} \ge 102.

    • 26=642^{6} = 64 (kurang).

    • 27=1282^{7} = 128 (cukup).
      → host bits = 7 → prefix = 32 - 7 = /25. usable hosts = 1282=126128 - 2 = 126.

  • Untuk 50 host: perlu 50+2=5250 + 2 = 52.

    • 25=322^{5} = 32 (kurang).

    • 26=642^{6} = 64 (cukup).
      → prefix = /26 (62 usable).

  • Untuk 12 host: perlu 12+2=1412 + 2 = 14.

    • 23=82^{3} = 8 (kurang).

    • 24=162^{4} = 16 (cukup).
      → prefix = /28 (14 usable).

  • Untuk 2 host: perlu 2+2=42 + 2 = 4.

    • 22=42^{2} = 4 → prefix = /30 (2 usable).

  • Kedua 2-host lainnya juga /30.

Langkah 3: Alokasikan alamat secara berurutan dari network base 192.168.1.0/24.

a) Subnet A → /25 (block size 128; increment 128 karena mask oktet = 128)

  • Network: 192.168.1.0/25

  • Rentang alamat total: 192.168.1.0 — 192.168.1.127

  • Broadcast: 192.168.1.127

  • Usable host: 192.168.1.1 — 192.168.1.126 (126 host)

b) Sisa ruang setelah itu: 192.168.1.128 — 192.168.1.255 (/25 kedua)

c) Subnet B → /26 (block size 64) menggunakan awal sisa ruang:

  • Network: 192.168.1.128/26

  • Rentang total: 192.168.1.128 — 192.168.1.191

  • Broadcast: 192.168.1.191

  • Usable host: 192.168.1.129 — 192.168.1.190 (62 host)

d) Sisa ruang: 192.168.1.192 — 192.168.1.255 (64 alamat)

e) Subnet C → /28 (block size 16) dari sisa:

  • Network: 192.168.1.192/28

  • Total: 192.168.1.192 — 192.168.1.207

  • Broadcast: 192.168.1.207

  • Usable: 192.168.1.193 — 192.168.1.206 (14 host)

f) Sisa ruang: 192.168.1.208 — 192.168.1.255 (48 alamat)

g) Subnet D → /30 (block size 4):

  • Network: 192.168.1.208/30

  • Total: 192.168.1.208 — 192.168.1.211

  • Broadcast: 192.168.1.211

  • Usable: 192.168.1.209 — 192.168.1.210 (2 host)

h) Subnet E → /30 (next block):

  • Network: 192.168.1.212/30

  • Total: 192.168.1.212 — 192.168.1.215

  • Usable: 192.168.1.213 — 192.168.1.214

i) Sisa ruang setelah alokasi: 192.168.1.216 — 192.168.1.255 (40 alamat) dapat digunakan untuk growth atau subnet lebih kecil.

7) Cara menentukan broadcast / network dan increment (contoh biner singkat)

Ambil /26 sebagai contoh:

  • Mask /26 = 255.255.255.192
    Oktet terakhir 192 → biner: 1100 0000
    Host bits = 6 → biner host bagian = 00 0000 (untuk network) sampai 11 1111 (untuk broadcast).
    Increment = 256192=64256 - 192 = 64: 0, 64, 128, 192.

Untuk /28:

  • Mask /28 = 255.255.255.240
    Oktet terakhir 240 → 256240=16256 - 240 = 16 → increment 16 (0, 16, 32, ...).

8) Implementasi pada perangkat (contoh Cisco IOS)

Contoh konfigurasi singkat:

interface GigabitEthernet0/0 ip address 192.168.1.1 255.255.255.128 ! untuk 192.168.1.0/25 (subnet A) interface GigabitEthernet0/1 ip address 192.168.1.129 255.255.255.192 ! untuk 192.168.1.128/26 (subnet B)

Routing: pakai routing classless. Contoh RIPv2:

router rip version 2 no auto-summary network 192.168.1.0

(atau gunakan OSPF/EIGRP untuk skala lebih besar).

9) Rekomendasi perencanaan & best practices

  • Selalu alokasikan dari besar → kecil.

  • Sisakan blok cadangan untuk pertumbuhan.

  • Gunakan dokumentasi IP (spreadsheet) yang jelas: network, prefix, gateway, usable range, broadcast, tujuan (VLAN/ruang).

  • Gunakan routing classless; matikan auto-summary pada RIPv2 (no auto-summary).

  • Hindari discontiguous networks (potongan jaringan yang sama tetapi terpisah oleh router lain tanpa summarization) karena bisa menyebabkan masalah routing.

  • Pertimbangkan penggunaan /31 untuk link point-to-point jika perangkat dan perangkat lunak mendukungnya (hemat alamat).

10) Pitfalls / hal yang harus diwaspadai

  • Menggunakan RIPv1 (classful) akan merusak VLSM karena RIPv1 tidak menyampaikan prefix length.

  • Salah menghitung increment atau tidak mengalokasikan dari terbesar menyebabkan fragmentation dan pemborosan alamat.

  • Lupa reserve alamat untuk gateway (biasanya alamat pertama setelah network atau terakhir sebelum broadcast, tergantung kebijakan).

  • Tidak mendokumentasikan hasil alokasi → kebingungan dan konflik IP.

11) VLSM vs CIDR (perbedaan singkat)

  • VLSM: teknik subnetting pada satu network untuk membuat berbagai ukuran subnet.

  • CIDR: cara mengekspresikan agregasi rute dan memecah batasan kelas (classless addressing). Mereka terkait: VLSM bekerja dalam kerangka classless dan CIDR memungkinkan agregasi rute hasil VLSM.

12) Contoh ringkas lagi (konversi biner untuk satu subnet)

Ambil 192.168.1.192/28:

  • Oktet terakhir network = 192 → biner: 1100 0000

  • Mask /28 di oktet terakhir = 1111 0000

  • Network bits (last octet): 1100 0000 & 1111 0000 = 1100 0000 (192) → ok.

  • Broadcast terakhir octet: network last octet + (block size -1) = 192 + (16 - 1) = 192 + 15 = 207.

13) Troubleshooting singkat

  • Jika subnet overlap: periksa mask dan network boundary (gunakan block increments: 4, 8, 16, 32, 64, 128).

  • Jika route tidak muncul: periksa apakah routing protocol classless dan apakah ada summarization yang memecah prefix.

  • Gunakan show ip route, show ip interface brief, ping & traceroute untuk debugging.

14) Ringkasan (takeaway)

  • VLSM = subnet berbeda-besar dalam satu network → efisien.

  • Alokasikan dari besar → kecil.

  • Hitung host bits dengan 2(32prefix)22^{(32-prefix)} -2 (tunjukkan perhitungan).

  • Butuh routing classless (RIPv2/OSPF/EIGRP/BGP).

  • Dokumentasi & cadangan ruang sangat penting.

Rabu, 22 Oktober 2025

Daftar 5 Perusahaan Beserta IP Address, Kelas IP, dan Subnet Mask dengan pefik /19

Daftar Perusahaan - IP /19

Daftar 5 Perusahaan - IP /19

No Perusahaan Alamat IP Kelas Prefix Subnet Mask Network Broadcast Rentang Host Usable Host
1 PT Nusantara Tech 10.5.32.10 A /19 255.255.224.0 10.5.32.0 10.5.63.255 10.5.32.1 - 10.5.63.254 8190
2 CV Sinar Biz 172.16.64.45 B /19 255.255.224.0 172.16.64.0 172.16.95.255 172.16.64.1 - 172.16.95.254 8190
3 PT Kreatif Digital 192.168.96.123 C /19 255.255.224.0 192.168.96.0 192.168.127.255 192.168.96.1 - 192.168.127.254 8190
4 PT Merah Putih Solutions 10.100.0.77 A /19 255.255.224.0 10.100.0.0 10.100.31.255 10.100.0.1 - 10.100.31.254 8190
5 CV Global Logistik 172.20.224.200 B /19 255.255.224.0 172.20.224.0 172.20.255.255 172.20.224.1 - 172.20.255.254 8190

Rabu, 15 Oktober 2025

CLASS IP ADDRESS PERUSAHAAN

Tabel IP Perusahaan

💗 TABEL DATA IP PERUSAHAAN 💗

No Nama Perusahaan Alamat IP Kelas IP Subnet Mask
1PT Telkom Indonesia36.72.0.1A255.0.0.0
2PT Indosat Ooredoo114.5.10.2A255.0.0.0
3PT XL Axiata180.248.5.1B255.255.0.0
4PT Smartfren Telecom103.31.207.1C255.255.255.0
5PT Bank Central Asia (BCA)202.6.208.5C255.255.255.0
6PT Bank Mandiri202.43.164.7C255.255.255.0
7PT Bank BNI203.77.230.10C255.255.255.0
8PT Bank BRI202.152.49.12C255.255.255.0
9PT Pertamina125.160.10.1B255.255.0.0
10PT PLN (Persero)36.68.10.10A255.0.0.0
11PT Garuda Indonesia118.97.208.2A255.0.0.0
12PT Astra International203.130.208.3C255.255.255.0
13PT Unilever Indonesia139.255.80.4B255.255.0.0
14PT Indofood Sukses Makmur202.158.40.6C255.255.255.0
15PT Tokopedia103.8.79.1C255.255.255.0
16PT Gojek Indonesia103.120.18.2C255.255.255.0
17PT Bukalapak103.28.36.4C255.255.255.0
18PT Shopee Indonesia103.140.9.7C255.255.255.0
19PT Traveloka103.13.28.8C255.255.255.0
20PT Lazada Indonesia203.119.8.6C255.255.255.0

Rabu, 01 Oktober 2025

531.540 Komunikasi Optik 2 Mencari IP Address ISP

1. ALAT-ALAT

1.Adapter/Penyuplai Daya











2.HTB












3.Kabel FiberOptik













4. Konventer kabel FO (Fiber Optik) ke Kabel UTP















5. Internet Provider berupa AccessPoint dan 2 buah Kabel UTP





















2. LANGKAH-LANGKAH KERJA

1. Colokkan adapter ke sumber listrik dapat berupa roll untuk menyediakan/menyalurkan daya yang diperlukan.








2. Sambungkan adaptor ke HTB dan ke konventer kabel FO












3. Sambungkan kabel fiber optik Konventer kabel FO (Fiber Optik) ke Kabel UTP dan HTB 
(jika kabel fiberoptik dicolokkan ke Konventer kabel FO (Fiber Optik) posisi A maka saat di colokkan ke HTB  pada posisi B dan sebaliknya)












4. Sambungkan kedua kabel UTP ke AccessPoint ke Konventer FO to UTP dan ke HTB ke Laptop

























5. Setelah itu buka CMD di laptop dan ketik  "ipconfig"












6. Ping IPv4 Address yang diberikan dari hasil IP Configuration, untuk mengecek apakah sudah tersambung atau belum



Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Splic...