Rabu, 21 Januari 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik


Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

 

Kesimpulan

Splicing adalah proses vital dalam komunikasi optik karena berfungsi menyambungkan serat optik secara permanen dengan redaman minimal agar transmisi data tetap optimal dan stabil.

Rabu, 14 Januari 2026

TERMINASI KONEKTOR FO

 

Pengertian dan Fungsi Fiber Optik (FO)

Pengertian Fiber Optik (FO)

Fiber Optik (FO) adalah media transmisi jaringan yang terbuat dari serat kaca atau plastik sangat halus yang berfungsi untuk mengirimkan data dalam bentuk sinyal cahaya. Teknologi fiber optik mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sangat tinggi dan jarak yang jauh karena menggunakan cahaya sebagai pembawa informasi, sehingga lebih tahan terhadap gangguan elektromagnetik dibandingkan kabel tembaga.

Fungsi Fiber Optik (FO)

Fiber optik berfungsi sebagai media penghantar data untuk mengirimkan informasi berupa suara, gambar, dan data digital dengan kecepatan tinggi dan kualitas yang stabil. Selain itu, fiber optik digunakan untuk mendukung jaringan internet, jaringan telekomunikasi, televisi kabel, serta komunikasi data jarak jauh karena memiliki kapasitas bandwidth besar, tingkat keamanan tinggi, dan minim gangguan sinyal.

Jenis-Jenis Fiber Optik

  1. Single Mode Fiber (SMF)
    Single Mode Fiber adalah jenis fiber optik yang memiliki inti (core) sangat kecil dan hanya dapat mengirimkan satu jalur cahaya. Jenis ini biasanya digunakan untuk komunikasi jarak jauh karena memiliki tingkat redaman yang sangat kecil.

  2. Multi Mode Fiber (MMF)
    Multi Mode Fiber adalah fiber optik yang memiliki inti lebih besar sehingga dapat mengirimkan banyak jalur cahaya sekaligus. Fiber ini umumnya digunakan untuk jaringan jarak pendek, seperti di dalam gedung atau area kampus.

Kelebihan Fiber Optik

  1. Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sangat tinggi.

  2. Dapat menjangkau jarak yang jauh tanpa banyak kehilangan sinyal.

  3. Tahan terhadap gangguan elektromagnetik dan cuaca.

  4. Memiliki kapasitas bandwidth yang besar.

  5. Keamanan data lebih baik karena sulit disadap.


Kekurangan Fiber Optik

  1. Biaya instalasi dan peralatan relatif mahal.

  2. Proses pemasangan dan perawatan memerlukan tenaga ahli khusus.

  3. Kabel fiber optik mudah rusak jika ditekuk secara berlebihan.

  4. Perbaikan kabel fiber optik lebih sulit dibandingkan kabel tembaga.

Cara Membuat / Proses Pembuatan Fiber Optik

  1. Siapkan Alat&Bahan

  2. Potong kabel fiber optik sesuai ukuran yang diperlukan agar proses terminasi dapat dilakukan dengan lebih rapi dan mudah. 
  3. Kupas lapisan cladding pada kabel, lalu sisakan sedikit bagian di pangkal kabel supaya serat optik tetap kuat dan tidak mudah patah. 
  4. Bersihkan sisa cladding dan kotoran pada serat optik menggunakan alkohol isopropyl hingga benar-benar bersih dari debu dan minyak. 
  5. Masukkan serat optik yang telah dikupas dan dibersihkan ke dalam konektor fast connector (fastcon).
  6. Lakukan pengujian awal dengan menggunakan light source untuk memastikan cahaya dapat mengalir dan kabel sudah dapat digunakan. 
  7. Selanjutnya ukur daya optik menggunakan Optical Power Meter (OPM), dengan light source di ujung lainnya, dan pastikan nilai yang terbaca minimal sebesar −40 dBm.

Kesimpulan

Fiber optik adalah media transmisi modern yang menggunakan serat kaca atau plastik untuk mengirimkan data dalam bentuk cahaya dengan kecepatan tinggi dan kualitas yang stabil. Dengan berbagai jenis seperti single mode dan multi mode, fiber optik banyak digunakan dalam jaringan komunikasi karena mampu menjangkau jarak jauh, memiliki kapasitas bandwidth besar, serta minim gangguan. Meskipun biaya pemasangan dan perawatannya relatif mahal serta memerlukan tenaga ahli, keunggulan yang dimiliki fiber optik menjadikannya solusi terbaik untuk kebutuhan komunikasi data dan internet masa kini.

Rabu, 07 Januari 2026

Terminasi Konektor Fiber Optics



Gambar 427 Terminasi Konektor Fiber Optics


Berikut langkah-langkah melakukan crimping (terminasi) Fiber Optic yang umum dipakai di sekolah/SMK dan lapangan kerja. Pada fiber optic, istilah yang lebih tepat sebenarnya terminasi konektor FO (bukan crimp seperti kabel UTP), namun di praktik sering tetap disebut crimping FO.


1. Persiapan Alat dan Bahan

Alat

  • Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
  • Fiber Cleaver (pemotong presisi)
  • Crimp Tool FO (jika konektor fast/quick connector)
  • Optical Power Meter & Light Source (opsional, untuk tes)
  • Visual Fault Locator (VFL)

Bahan

  • Kabel Fiber Optic (Single Mode / Multi Mode)
  • Konektor FO (SC / LC / ST / FC – fast connector)
  • Alkohol Isopropil & tisu bebas serat


2. Mengupas Jaket Kabel Fiber Optic

  • Kupas jaket luar kabel ±3–5 cm
  • Buka strength member (aramid/kevlar)
  • Kupas buffer/coating hingga tersisa core + cladding (serat kaca)

Hati-hati: serat FO sangat rapuh dan bisa melukai kulit.


3. Membersihkan Serat Optik

  • Bersihkan serat menggunakan alkohol isopropil
  • Gunakan tisu bebas serat
  • Pastikan serat bening dan bersih

Tujuan: menghindari redaman (loss) tinggi


4. Memotong Serat (Cleaving)

  • Masukkan serat ke fiber cleaver
  • Potong dengan sudut 90° sempurna
  • Pastikan hasil potongan rata dan tidak retak

Cleaving yang baik = kualitas sinyal bagus


5. Memasang Konektor Fiber Optic (Fast Connector)

  • Masukkan serat ke dalam konektor FO
  • Dorong hingga mentok sesuai tanda
  • Kunci konektor (tekan/geser sesuai jenis)
  • Gunakan crimp tool FO bila diperlukan

Umumnya konektor SC Fast Connector paling sering dipakai di SMK


6. Pemeriksaan Visual

  • Gunakan Visual Fault Locator (VFL)
  • Pastikan cahaya merah tembus lurus
  • Tidak ada cahaya bocor di samping konektor

Jika bocor → ulangi pemasangan


7. Pengujian (Testing)

Pengujian Sederhana

  • VFL (merah terlihat di ujung)

Pengujian Profesional

  • Optical Power Meter
  • OTDR (jika tersedia)

Target redaman:

  • Single Mode: ±0,2 – 0,5 dB
  • Multi Mode: ±0,3 – 0,7 dB


8. Finishing

  • Pasanboot/karet pelindung
  • Rapikan kabel
  • Label koneksi

Ringkasan Singkat (Versi Ujian / Praktikum)

  1. Kupas jaket kabel FO
  2. Kupas buffer & bersihkan serat

  3. Potong serat dengan cleaver

  4. Pasang konektor FO

  5. Crimp/kunci konektor

  6. Tes menggunakan VFL / OPM


Sumber :



Panduan langkah penyambungan dan terminasi kabel serat optik

Rabu, 26 November 2025

Sunnetting VLSM dengan Network: 192.168.10.0/25

VLSM — Subnetting 192.168.10.0/25 (Soft Pink)

VLSM — Subnetting 192.168.10.0/25

Perhitungan lengkap & diagram pohon. Soal: alokasikan Subnet A=60, B=24, C=12, D=5 menggunakan VLSM.

📌 Soal

Network: 192.168.10.0/25 (range 0–127, 128 alamat). Alokasikan subnet:

  • Subnet A — 60 host
  • Subnet B — 24 host
  • Subnet C — 12 host
  • Subnet D — 5 host

🧮 Langkah & Penentuan Prefix

Rumus usable hosts: 2^(32 - prefix) - 2

SubnetHost NeededPrefix ChosenTotal AddrUsable Hosts
Subnet A60/266462
Subnet B24/273230
Subnet C12/281614
Subnet D5/2986

Urutkan alokasi dari terbesar ke terkecil → A → B → C → D.

📌 Alokasi Subnet (Detail)

SubnetPrefixNetwork IDUsable RangeBroadcastTotal AddrUsable Hosts
Subnet A/26192.168.10.0192.168.10.1 - 192.168.10.62192.168.10.636462
Subnet B/27192.168.10.64192.168.10.65 - 192.168.10.94192.168.10.953230
Subnet C/28192.168.10.96192.168.10.97 - 192.168.10.110192.168.10.1111614
Subnet D/29192.168.10.112192.168.10.113 - 192.168.10.118192.168.10.11986
Cadangan/29192.168.10.120192.168.10.121 - 192.168.10.126192.168.10.12786

Catatan: Total yang dipakai A+B+C+D = 120 alamat; /25 memiliki 128 alamat → masih tersisa 8 alamat (cadangan).

Rekomendasi gateway: gunakan usable pertama tiap subnet (mis. A→192.168.10.1, B→192.168.10.65, C→192.168.10.97, D→192.168.10.113).

🌳 Diagram Pohon (Visual)

Diagram ini menampilkan pemecahan /25 menjadi subnet sesuai VLSM (soft-pink style).

Penjelasan singkat diagram: root = /25, kemudian alokasikan /26 untuk A; sisa dibagi menjadi /27, /28, /29 sesuai kebutuhan. Sisa alamat = 8 alamat di akhir.

✅ Checklist Sebelum Deploy

  • Pastikan alamat tiap subnet tidak overlap.
  • Tentukan gateway & DHCP scope untuk tiap subnet.
  • Dokumentasikan (network ID, prefix, range, broadcast, gateway).
  • Simpan cadangan blok untuk pertumbuhan mendadak.
VLSM • 192.168.10.0/25 Siap untuk di-publish ke Blogger / Word / PPT.

Komunikasi Optik 1 Desain Sambungan Kabel LAN dan Fiber Optic

 

Komunikasi Optik 1 Desain Sambungan Kabel LAN dan Fiber Optic

Langkah Kerja 

Anda akan memasang kabel dan melakukan konfigurasi jaringan, dimulai dengan menghubungkan sumber internet (ISP) ke switch menggunakan kabel UTP, kemudian meneruskannya ke converter FO 6 port menggunakan kabel LAN, lalu ke converter LAN to FO menggunakan kabel FO, dan akhirnya menuju ke router melalui kabel UTP ke port 1 (WAN). Router akan dikonfigurasi secara dynamic agar dapat mendistribusikan internet dari ISP ke port 2 dan port 3 sesuai dengan IP address berdasarkan nomor absensi masing-masing. Port 2 router akan terhubung ke access point menggunakan kabel UTP, sedangkan port 3 router akan disambungkan ke laptop melalui kabel LAN, di mana Anda akan melakukan konfigurasi access point secara static sesuai dengan IP address absensi masing-masing, termasuk pengaturan keamanannya. Sebagai hasil akhir, Anda akan melakukan pengujian kecepatan internet pada laptop menggunakan kabel LAN dan koneksi wireless dari access point, memastikan jaringan berfungsi dengan optimal.



A. ISP

ISP (Internet Service Provider) adalah penyedia layanan internet, yaitu perusahaan atau organisasi yang menyediakan akses ke internet dan layanan terkait kepada pengguna individu maupun bisnis. Tanpa ISP, Anda tidak dapat terhubung ke internet karena mereka yang membangun dan mengelola infrastruktur untuk menghubungkan perangkat Anda ke jaringan global.

Fungsi Utama ISP:

  1. Menyediakan koneksi internet melalui berbagai jenis teknologi seperti kabel serat optik, DSL, nirkabel (wireless), dan satelit.

  2. Mengelola infrastruktur, yaitu membangun serta memelihara jaringan tulang punggung internet dan layanan ke pelanggan.

  3. Menawarkan layanan tambahan seperti hosting web, domain name, email, dan lain-lain.


B. SWITCH / HUB

Switch adalah perangkat jaringan yang menghubungkan beberapa perangkat seperti komputer, printer, dan server dalam sebuah jaringan lokal (LAN). Switch bekerja secara cerdas dengan meneruskan paket data hanya ke perangkat tujuan tertentu menggunakan alamat MAC. Hal ini berbeda dengan hub, yang mengirimkan data ke semua port sekaligus.

Fungsi Utama Switch:

  • Menghubungkan perangkat jaringan dalam satu LAN.

  • Meneruskan data secara cerdas berdasarkan alamat MAC.

  • Mengurangi bentrokan data (collision) sehingga meningkatkan efisiensi.

  • Meningkatkan keamanan dan kinerja jaringan.

  • Mendukung fitur VLAN dan QoS untuk pengelolaan lalu lintas data.

Cara Kerja Switch:

  1. Switch menerima paket data dari perangkat yang terhubung.

  2. Membaca alamat MAC tujuan dalam paket data.

  3. Mencari alamat tersebut di tabel MAC internal.

  4. Meneruskan data ke port tujuan jika ditemukan.

  5. Jika alamat belum dikenal, switch mempelajarinya dan mencatat ke tabel MAC.

Hub adalah perangkat jaringan dasar yang menghubungkan beberapa perangkat dalam LAN. Hub berfungsi sebagai titik pusat untuk berbagi data, tetapi tidak menganalisis data tujuan. Karena itu, hub sering disebut perangkat broadcast. Hub beroperasi di lapisan fisik (Layer 1 OSI) dan kini jarang digunakan karena digantikan switch.

Fungsi Hub:

  • Menghubungkan perangkat dalam LAN.

  • Memfasilitasi berbagi data antar perangkat.

  • Memperluas kapasitas jaringan lokal.

Cara Kerja Hub:

  1. Menerima data dari satu port.

  2. Meneruskan (broadcast) data ke semua port lain.

  3. Semua perangkat berbagi bandwidth yang sama, sehingga performa bisa menurun jika lalu lintas padat.

Perbedaan Hub dengan Switch:

  • Hub bekerja di lapisan fisik (Layer 1 OSI), sedangkan switch di lapisan data-link (Layer 2 OSI).

  • Hub mengirim data ke semua perangkat (broadcast), sedangkan switch hanya ke tujuan.

  • Switch lebih efisien dan aman dibandingkan hub.


C. LAN

LAN (Local Area Network) adalah jaringan area lokal yang menghubungkan perangkat dalam area terbatas, seperti rumah, kantor, atau sekolah, untuk berbagi data, sumber daya, dan akses internet.

Karakteristik LAN:

  • Cakupan geografis kecil/terbatas.

  • Kecepatan transfer tinggi.

  • Mendukung berbagi sumber daya (printer, file, internet).

Fungsi dan Manfaat LAN:

  • Berbagi file antar perangkat.

  • Berbagi perangkat keras seperti printer.

  • Mengakses internet melalui satu koneksi.

  • Mendukung aplikasi jaringan skala kecil.

  • Memudahkan komunikasi internal antar pengguna.

Perangkat dalam LAN:

  • Router untuk mengatur lalu lintas data.

  • Switch untuk menghubungkan perangkat.

  • Perangkat nirkabel (Wi-Fi) untuk koneksi WLAN.


D. HTB 6 PORT

HTB 6 Port adalah media converter yang menjembatani jaringan kabel tembaga (Ethernet/RJ45) dengan jaringan serat optik (FO). Umumnya memiliki enam port fiber optik dan beberapa port LAN, sehingga dapat menghubungkan banyak jalur koneksi.

Fungsinya adalah mengonversi sinyal elektrik dari kabel LAN menjadi sinyal cahaya dan sebaliknya, memperluas jangkauan jaringan hingga ratusan kilometer, serta memberi fleksibilitas penggunaan di rumah, kantor, industri, dan pusat data.

Komponen utamanya meliputi port fiber optik (SC, LC, atau SFP), port LAN (RJ45), dan fitur auto-adaptif untuk kecepatan 10/100 Mbps hingga Gigabit. Alurnya sederhana: LAN (RJ45) → HTB 6 Port → Fiber Optik → HTB 6 Port → LAN.

Selain itu, perangkat serupa dapat berupa media converter standalone (1 port LAN + 1 port fiber), switch dengan slot SFP, atau router enterprise yang sudah mendukung fiber langsung.


E. FIBER OPTIK

Fiber optik adalah teknologi transmisi data berbasis serat kaca atau plastik yang menghantarkan sinyal cahaya. Teknologi ini lebih cepat, jangkauan lebih jauh, serta lebih aman dari gangguan dibanding kabel tembaga.

Cara Kerja Fiber Optik:

  1. Mengubah sinyal listrik menjadi cahaya (laser/LED).

  2. Cahaya dikirim melalui inti serat optik.

  3. Cahaya dipantulkan terus-menerus (total internal reflection) hingga sampai tujuan.

Keunggulan:

  • Kecepatan sangat tinggi (hingga Gbps).

  • Jarak transmisi jauh.

  • Aman dari gangguan elektromagnetik.

  • Bandwidth besar.

Struktur Dasar:

  • Core: inti tempat cahaya merambat.

  • Cladding: lapisan pelindung dengan indeks bias berbeda.

  • Buffer/Coating: lapisan pelindung luar dari gangguan fisik.


F. CONVERTER FO A/B

Converter FO (Fiber Optik) adalah perangkat yang mengubah sinyal listrik menjadi sinyal cahaya (dan sebaliknya) untuk menghubungkan kabel tembaga (Ethernet) dengan fiber optik.

Fungsi Utama:

  • Menjembatani kabel Ethernet dengan fiber optik.

  • Mengonversi sinyal listrik ke sinyal cahaya dan sebaliknya.

  • Memperluas jangkauan jaringan melalui fiber optik.

Cara Kerja:

  1. Sinyal listrik masuk ke port Ethernet converter.

  2. Diubah menjadi cahaya oleh transceiver internal.

  3. Cahaya dikirim melalui kabel fiber optik.

  4. Converter di ujung lain mengubahnya kembali menjadi sinyal listrik.

Contoh Penggunaan:

  • Menghubungkan antar gedung di kampus.

  • Distribusi internet jarak jauh.

  • CCTV jarak jauh dengan bandwidth besar.


G. WAN

WAN (Wide Area Network) adalah jaringan area luas yang menghubungkan perangkat atau LAN di wilayah geografis yang sangat luas, seperti antar kota, negara, atau benua. Contoh WAN terbesar adalah internet.

Cara Kerja:

  • Menghubungkan banyak LAN menjadi satu jaringan besar.

  • Menggunakan teknologi leased line, VPN, MPLS, atau SD-WAN.

  • Router berperan penting dalam meneruskan data antar lokasi.

Fungsi Utama:

  • Komunikasi lintas geografis.

  • Akses aplikasi dan data global.

  • Mendukung kerja jarak jauh.

Contoh:

  • Internet.

  • WAN perusahaan multinasional.


H. ROUTER

Router adalah perangkat yang menghubungkan jaringan lokal (LAN) dengan jaringan lebih luas (WAN/internet), sekaligus mengatur lalu lintas data agar sampai ke tujuan berdasarkan alamat IP.

Fungsi Router:

  • Mengarahkan lalu lintas data (routing).

  • Menghubungkan LAN ke internet.

  • Memberi keamanan dengan firewall.

  • Membagi satu koneksi internet ke banyak perangkat.

Cara Kerja:

  1. Menerima paket data dari modem/jaringan lain.

  2. Membaca alamat IP tujuan.

  3. Mencari jalur terbaik dari tabel routing.

  4. Meneruskan paket ke tujuan yang benar.


I. ACCESS POINT

Access Point (AP) adalah perangkat yang menyediakan titik akses nirkabel (Wi-Fi), menghubungkan perangkat seperti laptop dan smartphone ke jaringan kabel.

Fungsi dan Cara Kerja:

  • Menyediakan akses Wi-Fi ke jaringan kabel.

  • Bertindak sebagai jembatan perangkat nirkabel ke jaringan LAN.

  • Memancarkan dan menerima sinyal Wi-Fi.

  • Menghubungkan ke router/switch melalui kabel Ethernet.

  • Memperluas jangkauan sinyal Wi-Fi.

Contoh Penggunaan:

  • Rumah: memperluas Wi-Fi agar menjangkau semua ruangan.

  • Kantor: menjaga konektivitas nirkabel di seluruh area.

  • Area publik: hotspot Wi-Fi di bandara, kafe, dsb.

Perbedaan dengan Router:

  • Router mengelola dan mengarahkan data.

  • Access Point hanya memperluas jangkauan Wi-Fi.


J. LAPTOP

Laptop adalah komputer portabel yang mengintegrasikan layar, keyboard, touchpad, dan baterai dalam satu perangkat, sehingga dapat digunakan di berbagai lokasi.

Fitur Utama Laptop:

  • Portabilitas tinggi (mudah dibawa).

  • Komponen terintegrasi (layar, keyboard, touchpad).

  • Baterai sebagai sumber daya.

  • Wi-Fi untuk akses internet nirkabel.

  • Fungsi setara desktop.

Perbedaan dengan Desktop:

  • Laptop lebih kecil, ringan, dan portabel.

  • Laptop memiliki perangkat input bawaan, sedangkan desktop memerlukan perangkat terpisah.

  • Laptop bisa berjalan dengan baterai, sementara desktop selalu memerlukan listrik.

192.168.50.31 192.168.50.30 192.168.50.32 192.168.50.35 192.168.50.36 KIRIM FOLDER TOPOLOGI TREE

 












Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Splic...